HomeNews YogyaBoleh Buka Masker, Ini Pesan Sultan HB X Untuk Pengunjung Malioboro

Boleh Buka Masker, Ini Pesan Sultan HB X Untuk Pengunjung Malioboro

Yogya.co, YOGYAKARTA – Dengan melihat kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia yang semakin membaik, Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan beberapa pelonggaran.

Salah satunya adalah terkait dengan penggunaan masker di ruang terbuka. Jokowi menyampaikan untuk masyarakat yang sedang melakukan aktivitas di luar ruangan yang tidak padat orang diizinkan untuk tidak mengenakan masker.

“Yang pertama, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker,” ungkap Presiden Joko Widodo, seperti yang dilansir dari laman Setkab.

Mengenai pelonggaran penggunaan masker tersebut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X pun memberikan tanggapannya.

Sultan mewanti-wanti para wisatawan yang hendak berkunjung ke Yogyakarta khususnya pengunjung Malioboro untuk tetap melihat situasi dan kondisi.

“Ya hanya ya sekarang tergantung pada dirinya. Dengan banyak orang (di Malioboro) mau pakai masker atau tidak. Gitu aja,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Jumat (20/05/2022), menukil dari laman CNN Indonesia.

Meskipun, Malioboro termasuk dalam destinasi wisata di ruang terbuka, Sri Sultan Hamengku Buwono tetap menghimbau para pengunjung Malioboro untuk tetap bijak mengingat pandemi COVID-19 yang belum berakhir dan potensi penyebaran yang masih ada.

“Ya kalau saya kalau memang biarpun ruang terbuka kalau seperti Malioboro penuh ya harus bijak. (Masker) mau copot atau mau dibuka. Karena dimungkinkan aja. Hanya kan risikonya lebih besar karena pandemi masih ada,” imbau Sultan.

Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad menambahkan pada dasarnya keputusan yang yang telah ditetapkan oleh pemerintah telah tepat.

“Ya, artinya (secara epidemiologi) memang ini saatnya orang ada periode di mana orang bisa merasa periode di mana orang bisa merasa normal kembali,” ujar Riris Andono Ahmad.

Akan tetapi, Riris menambahkan pula bahwa pemerintah perlu mengelola konsekuensi dari euforia masyarakat atas pelonggaran ini dan menekankan bahwa ini bukanlah akhir dari sebuah pandemi.

Baca Juga: Alhamdulillah, Jokowi Umumkan Pelonggaran Penggunaan Masker di Luar Ruangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Related Articles