HomeNews YogyaDitemukan 4 Kasus Probable Omicron di Jogja Tanpa Ada Gejala

Ditemukan 4 Kasus Probable Omicron di Jogja Tanpa Ada Gejala

Yogya.co, YOGYAKARTA –  Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan empat kasus probable COVID-19 varian omicron.

Penemuan kasus ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie.

Pembajun mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan 37 sampel kasus COVID-19 di Jogja oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dan  Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) ditemukan adanya empat kasus probable COVID-19 dari hasil SGTF (S Gene Target Failure).

SGTF sendiri merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengidentifikasikan suspect atau probable omicron.

Metode ini akan bekerja ketika gen S pada hasil tes laboratorium menggunakan Polymerase chain reaction (PCR) tidak mampu mendeteksi gen S pada sampel.

Baca Juga: Kasus Pertama: Dua Pasien Omicron Meninggal Usai Alami Gejala Ini

Akan tetapi, untuk mengetahui bahwa keempat kasus ini positif omicron atau tidak masih diperlukan pemeriksaan lanjutan, yakni melalui Whole Genome Sequencing (WGS).

“SGTF adalah salah satu sarana pemeriksaan sebelum dilakukan WGSkarena WGS membutuhkan waktu yang lebih lama. Kalau SGTF itu kan melihat protein dari sampel. Begitu masuk pemeriksaan WGS, baru bisa ditentukan bahwa protein yang ada itu adalah protein dari Omicron atau bukan,“ jelas Pembajun, dilansir dari Humas Jogja.

Pada WGS ini akan dilakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi keseluruhan materi genetik virus.

Perlu diketahui bahwa hanya dengan metode WGS dapat diketahui jenis varian dan mutasi virus.

Terkait empat kasus probable omicron tersebut keempat pasien telah menjalani perawatan meskipun tidak dirawat dirumah sakit karena tidak ditemukannya gejala.

Selain itu, 33 sampel lainnya pun kini masih dalam pemeriksaan oleh FKKMK UGM.

Dengan ditemukannya empat kasus probable omicron di Jogja ini Pembajun pun mengingatkan masyarakat untuk jangan sampai lengah menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar penyebaran varian omicron ini dapat dihentikan.

“Prokesnya dijalankan. Omicron cepat menularnya, bukan masalah keparahannya. Dawuh-nya (perintahnya) Pak Gubernur, kabupaten/kota diminta untuk mulai mengaktifkan kembali atau memonitor dan evaluasi isoman dan isoternya,” ucap Pembajun. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Humas Pemda DIY (@humasjogja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Related Articles