HomeOlahragaDokter Gadungan PSS Sleman, Elwizan Aminuddin Terancam Dipenjara

Dokter Gadungan PSS Sleman, Elwizan Aminuddin Terancam Dipenjara

Yogya.co, SLEMAN – Belakangan ini heboh kasus dokter gadungan PSS Sleman, Elwizan Aminuddin di Liga 1.

Kasus ini terungkap berkat cuitan salah satu kardiolog, Iqbal Amin dalam akun Twitter pribadinya, @iqbalamin89.

Dalam unggahan tersebut Iqbal mengunggah beberapa foto yang menunjukkan hasil bahwa Elwizan tidak terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

Cuitan tersebut tentu menghebohkan dunia sepak bola karena Elwizan Aminuddin telah berkarir selama sebelas tahun dan pernah menjadi dokter di Timnas Indonesia.

Hebohnya cuitan ini membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 dan PSS Sleman kemudian segera melakukan langkah penyelidikan.

Baca Juga: PSS Sleman Mantap Pertahankan Dejan Antonic

Dokter Gadungan

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh PT LIB dan Manajemen PSS Sleman pun ditemukan bahwa ijazah kedokteran, sertifikat kompetensi, surat keterangan registrasi (STR), dan surat izin praktik (SIP) milik Elwizan Aminuddin tidak terdaftar.

“Kami membawa berkas lengkap dari internal PT PSS berupa kontrak kerja dari yang bersangkutan. Kemudian berkas verifikasi keabsahan ijazah No: 5752/UN11/WA.01.00/2021 dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh yang menyatakan ijazahnya palsu,” jelas Direktur Operasional PT PSS, Hempri Suyatna, dilansir dari laman pssleman.id.

Kiprah Elwizan

Elwizan Aminuddin pertama kali berkarir di Persita Tangerang sekitar tahun 2010 atau 2011, dilansir dari Kompas dan beberapa sumber lainnya.

Namanya juga tercatat pernah bekerja dan menangani Persikabo 1973 saat bertanding di Piala Sudirman pada tahun 2015.

Ia bahkan telah beberapa kali dipanggil untuk menangani Timnas Indonesia saat berlaga di Piala AFF Vietnam pada tahun 2014.

Pada tahun 2018, ia kembali dipanggil untuk Timnas U-19.

Tindakan Elwizan yang mengaku sebagai dokter ini pun hampir mencelakakan nyawa pemain.

Hal tersebut dialami oleh kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari.

Dalam akun Instagram pribadinya, @nandoariiiss, Ernando menceritakan bahwa Elwizan pernah melarangnya untuk operasi saat mengalami cidera.

“Ya Allah, dulu (saya) hampir tidak jadi operasi gara-gara bapak ini (Elwizan Aminuddin),” jelas Ernando dalam unggahan Instagram Story, Kamis (02/12/2021).

Karir Elwizan ini pun kemudian berakhir di PSS Sleman di tahun 2021 usai kasus ini terungkap.

Ia bahkan telah mengundurkan diri pada tanggal 1 Desemer 2021.

Tanggapan PSS Sleman

Manajemen PSS Sleman pun telah melaporkan kasus ini ke Polres (Polisi Resort) Sleman dengan didampingi tim hukum dari PT Putra Sleman Sembada.

“Setelah verifikasi data dari pihak Polres Sleman, laporan kami sudah diproses. Kami mendapatkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi, Nomor: STTLP-B/1573/XII/2021/SPKT/POLRES SLEMAN/POLDA DIY,” ucap Hempri Suyatna.

Keputusan manajemen PSS Sleman untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian ini pun mendapatkan dukungan dari pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Kalau memang itu ijazah palsu dan kemudian memakainya, itu masuk ranah pidana. Jadi apa yang dilakukan PSS itu sudah benar. PSSI mendukung langkah PSS itu. Kasus ini menjadi perhatian untuk kita semua,” kata Yunus Nusi selaku Sekjen PSSI.

Akibat tindakannya yang mengancam nyawa tersebut Elwizan Aminuddin pun terancam dipenjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Related Articles