HomeEntertainmentSelalu Tampak Tegar, Tangis Ridwan Kamil Pecah di Hadapan Najwa Shihab

Selalu Tampak Tegar, Tangis Ridwan Kamil Pecah di Hadapan Najwa Shihab

Yogya.co, BANDUNG – Untuk pertama kalinya keluarga Ridwan Kamil hadir di hadapan publik melalui Najwa Shihab untuk berbicara mengenai kepergian Emmeril Kahn Mumtadz (Eril).

Hadir menjadi bintang tamu di Narasi TV keluarga Ridwan Kamil beserta orang-orang terdekat mendiang Eril berbagi kisah mengenai sosok Eril hingga detik-detik kepergiannya.

Di balik ketegaran yang selalu ditampilkan di hadapan publik, air mata Ridwan Kamil dan sang istri Atalia pun pecah di hadapan Najwa Shihab.

“Dalam kedukaan saya punya tanggung jawab kepada 50 juta rakyat Jawa Barat. Jadi, agenda hari-hari mengikuti sambil hati ini ditata bagaimana caranya bisa fokuslah ya walaupun enggak bisa dihindari. Manusiawi ya,” ungkap Gubernur Jawa Barat ini.

“Makanya, guru kami mengajarkan kalau ingat kepada yang disayang cepat doa. Kalau diingat itu jangan dilama-lama karena itu akan nanti mengunci emosi,” tambahnya.

1. Sosok Eril

Pada kesempatan tersebut orang-orang terdekat Eril mengungkapkan kepribadian pemuda kelahiran tahun 1999 tersebut yang dikenal inspiratif bagi anak muda.

Salah satu orang terdekat Eril, yakni sang nenek Kasomi Abdulah yang mengungkapkan bahwa sosok Eril sama seperti pemuda pada umumnya yang jail dan suka tiba-tiba memeluknya dari belakang.

Kasomi pun mengaku tidak menyangka akan segala rasa cinta dan kagum masyarakat kepada sosok Eril, “Sama sekali enggak nyangka. Kalau di rumah kan orangnya biasa gitu. Cengengesan gitulah.”

2. Momen Terindah

Dalam kesempatan tersebut Ridwan Kamil dan Atalia menceritakan momen-momen terakhir sebelum Eril dinyatakan tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Atalia mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang berubah dari kepribadian Eril. Dari sosok Eril yang biasanya tidak suka berfoto mendadak suka untuk difoto.

Baca Juga :  Perkembangan Pencarian Eril Hingga Dukungan dari Jokowi

Bahkan, ia mengungkapkan mungkin ada lebih 1000 foto Eril yang diambil pada momen kebersamaan mereka di Swiss.

“Itu adalah momen terindah termasuk dia itu enggak suka difoto, tapi terakhir pertemuan dengan Eril, perjalanan bersama dia mungkin ada lebih dari seribu foto,” ungkap Atalia.

Selain itu, Atalia mengungkapkan di detik-detik terakhirnya Eril menjadi sosok yang lebih manis, wangi, dan menyenangkan.

Di hadapan Najwa Shihab, Ridwan Kamil juga menambahkan momen-momen terakhir bersama Eril merupakan momen terintens dan terindah, “Jadi momennya itu menurut kami terintenslah kedekatan.”

3. Detik-Detik Sebelum Kejadian

Sungai Aare yang dikenal sebagai sungai terpanjang di Bern, Swiss dan memiliki arus yang cukup deras pun membuat masyarakat bertanya-tanya mengapa mereka berani untuk berenang di sungai tersebut.

Atalia menegaskan bahwa sungai tersebut memang diperuntukkan untuk berenang. Ia juga mengungkapkan Eril telah memperhitungkan keselamatannya. Namun, takdir Tuhan berkata lain.

Eril juga melarang Atalia untuk turut serta berenang di sungai tersebut mengingat sang ibu tidak pandai menyelam dan arus sungai cukup deras lantaran adanya gletser yang sedang mencair.

Tak lama setelah itu Atalia yang juga berada di lokasi kejadian mendapatkan kabar bahwa Eril hilang saat tengah berenang.

Mendengar kabar tersebut Atalia kemudian langsung turun ke lokasi, “Saya langsung buru-buru ke lokasi yang ada Teteh Zaranya (adik Eril). Di situ kan Zara gemetar gitu, temannya juga.”

Melihat kondisi putri keduanya yang dalam shock berat, Atalia kemudian memfokuskan diri untuk menyelamatkan Zara terlebih dahulu.

Mereka kemudian berusaha untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dengan dibantu warga sekitar guna menemukan sosok Eril.

4. Eril Ditemukan

Usai dua minggu pencarian, jenazah Eril kemudian ditemukan oleh seorang guru SD bernama Geraldine Beldi yang tengah berjalan menuju tempatnya mengajar.

Baca Juga :  UPDATE Pencarian Eril: Keluarga Menyatakan Eril Syahid Akhirat

“Di hari ketiga belas hujan turun di gunung. Hujan turun, salju cair, arus deras lagi selama berhari-hari tenang. Jenazah yang diduga kata polisi bersemayam itu kedorong akhirnya muncul. Allah kasih takdir lagi yang nemuin bukan polisi, bukan timsar yang segala rupa itu, yang nemuin guru SD yang lagi jalan kaki melewati titik itu, di detik itu, di menit itu,” ungkap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil yang saat itu telah pulang ke Indonesia kemudian berusaha untuk kembali berangkat ke Swiss guna menjemput jenazah sang anak serta memenuhi hak-hak Eril sebagai Muslim.

5. Hikmah

Meski, memberikan rasa sedih kepergian Eril ini juga memberikan hikmah yang cukup banyak bagi Ridwan Kamil dan keluarga akan bekal akhirat.

Dengan kepergian Eril, Ridwan Kamil sadar dari satu buah kebaikan yang diberikan di dunia akan menjadi jutaan doa.

“Eril mengajarkan rumusnya hanya itu. Benih kebaikan di dunia ternyata menjadi jutaan doa,” ujar Ridwan Kamil.

Sementara itu, diketahui kini keluarga Ridwan Kamil tengah menjalankan ibadah haji usai mendapatkan undangan dari Kerajaan Arab Saudi.

Ridwan Kamil melaksanakan ibadah haji dengan mengatasnamakan Emmeril Kahn Mumtadz atau badal haji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles