HomeKesehatanBerita TrendingDavid Ozora Didiagnosa Terkena Diffuse Axonal Injury Usai Alami Penganiayaan, Apa Bedanya...

David Ozora Didiagnosa Terkena Diffuse Axonal Injury Usai Alami Penganiayaan, Apa Bedanya dengan Gegar Otak?

Yogya.co, SLEMAN – Diffuse Axonal Injury – Peristiwa nahas yang dialami David Ozora hingga kini masih menjadi perhatian publik. Pasalnya, warganet turut geram melihat penganiayaan yang dilakukan Mario terhadap David tersebut.

Usai mengalami kejadian nahas tersebut, David Ozora kini didiagnosa mengalami diffuse axonal injury (DAI). Lantas, apa sebenarnya diffuse axonal injury dan apa bahayanya?

Apa Itu Diffuse Axonal Injury?

Diffuse Axonal Injury adalah salah satu bentuk cedera otak traumatis. Cedera tersebut dapat berlangsung pada salah satu bagian tau beberapa area pada otak.

Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Pasalnya, otak merupakan salah satu organ penting dalam kelangsungan hidup dan kinerja tubuh manusia.

Tak sedikit kemungkinan cidera tersebut menyebabkan kelumpuhan hingga kematian pada penderitanya. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan adanya gegar otak dan koma.

Apa Penyebab Diffuse Axonal Injury?

Penyebab utama seseorang dapat mengalami kondisi tersebut adalah cedera kepala. Adapun beberapa aktivitas yang acap kali menyebabkan kondisi tersebut adalah sebagai berikut.

  • Kecelakaan lalu lintas
  • Kekerasan
  • Jatuh
  • Pergerakan yang terlalu keras

Secara sederhana, ketika bagian kepada terdampak tenaga dengan kekuatan yang keras, akan terjadi pergerakan otak yang cepat. Pergerakan tersebut membuat serabut saraf dalam otak robek.

Hal itulah yang kemudian disebuy dengan DAI. Lantaran hal itu pula bagian otak tertentu akan mengalami kesulitan untuk berfungsi dengan normal.

Apa Dampaknya Bagi Tubuh Penderita DAI?

Kerusakan pada serabut saraf otak tersebut dapat mengganggu atau memutus kerja pada bagian tertentu dalam otak. Hal itupun dapat mengganggu kemampuan komunikasi dan koordinasi fungsi tubuh.

Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi pada pengidapnya.

  • Kesulitan mengingat (amnesia)
  • Hilangnya konsep waktu dan tempat
  • Berkurangnya kesadaran diri dan lingkungan
  • Kebingungan
  • Kejang-kejang
  • Hilangnya keseimbangan
  • Tremor
  • Koordinasi tubuh melemah
  • Penurunan fungsi panca indra
  • Kesulitan bicara
  • Kecemasan dan depresi
Baca Juga :  Heboh! Dokter Richard Lee Spill Merek Skincare Etiket Biru Dijual Bebas, Ini Bahaya yang Bisa Ditimbulkan

Selain gejala tersebut, pengidap DAI juga dapat mengalami cedera kepala yang parah. Pada kondisi tersebut, tubuh juga dapat masuk pada tahap vegetatif atau tahap saat mereka tidak responsif terhadap stimulus.

Bagaimana Cara Mengatasi Diffuse Axonal Injury?

Dalam kasus ringan, pengidap akan memiliki gejala seperti disorientasi, sakit kepala, kelelhan, sulit tidur atau banyak tidur, kurang keseimbangan, hingga kehilangan kesadaran.

Pada tahap tersebut, yang dapat dilakukan oleh pengidap adalah rehabilitasi motorik tubuh, biasanya melalui rehabilitasi bicara, fisik, dan emosional.

Apablia pengidap telah kehilangan kesadaran dan berada dalam fase vegetatif, rehabilitasi tidak dapat membantunya.

Faktanya, hanya 10 persen pengidap kondisi tersebut dapat kembali sehat seperti semula.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai Diffuse Axonal Injury yang bisa Anda ketahui. Semoga dapat bermanfaat dan meningkatkan kewaspadaan.

Dinna
Dinna
Wanita yang berkecimpung di dunia kepenulisan sejak duduk di bangku kuliah. Tak hanya di dunia jurnalistik, gadis kelahiran Gresik ini juga terjun di dunia Copy Writing dan SEO Content Writing hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles