HomeLifestyleCara Mengatasi Tantrum Si Kecil yang Perlu Ayah dan Bunda Ketahui 

Cara Mengatasi Tantrum Si Kecil yang Perlu Ayah dan Bunda Ketahui 

Yogya.co, SLEMAN – Tantrum merupakan keadaan yang umum dialami oleh anak usia 2 sampai 3 tahun. 

Tantrum sendiri sejatinya terjadi karena anak-anak pada usia ini masih belum mampu mengungkapkan perasaannya menggunakan kata-kata. 

Rasa frustasi dan kesal akhirnya tumpah dalam gerakan-gerakan agresif seperti berteriak histeris, memukul, menendang, melempar barang, hingga berguling di lantai.  

Ayah dan Bunda pasti sering merasa kewalahan saat si kecil melalui fase tantrum ini. 

Nah, hal pertama yang harus Ayah dan Bunda lakukan ketika si kecil tantrum adalah tetap tenang. 

Jika Ayah dan Bunda panik atau tersulut emosinya, kemungkinan besar Anda akan mengambil keputusan yang kurang bijaksana. 

Sehingga bukannya kunjung tenang, si kecil malah bisa merasa semakin terluka perasaannya atau memanfaatkan tantrum untuk memanipulasi perasaan orang tua (ketika si anak sudah semakin besar). 

Untuk mengatasi tantrum si kecil agar lebih mudah ditenangkan, silakan simak cara mengatasi tantrum berikut ini:

1. Tenangkan Hati dan Pikiran 

Adakalanya Ayah dan Bunda tidak dalam kondisi fisik dan batin yang prima, karena sebagai manusia dewasa dan orang tua, memang banyak sekali hal yang harus diurus.

Jadi saat si kecil mulai tantrum, hal pertama yang harus Ayah dan Bunda lakukan adalah menarik napas panjang untuk menenangkan diri sendiri. 

Jangan sampai Ayah dan Bunda terpancing emosi ya!

2. Beri Si Kecil Ruang dan Waktu

Sembari Ayah dan Bunda menarik napas panjang, ajaklah si kecil ketempat yang lebih tenang.

Beri si kecil ruang dan kesempatan untuk meluapkan emosinya.

Saat belum selesai meluapkan emosinya, si kecil belum bisa diajak berkomunikasi. 

3. Pastikan Si Kecil Aman

cara mengatasi tantrum
Ilustrasi Anak Tantrum Bersembunyi di Bawah Meja. (freepik/karyuklav)

Saat si kecil meluapkan perasaanya, pastikan ayah dan bunda selalu memani si kecil sambil melakukan pengawasan.

Baca Juga :  Berencana Berlibur Nataru? Baca Tips Liburan Saat Pandemi Berikut!

Jangan sampai si kecil melakukan hal yang berbahaya.  

Jauhkan juga si kecil dari benda-benda tajam atau permukaan lantai yang kasar. 

Terlebih lagi jika ia tantrum sambil berguling-guling di lantai.

4. Mencoba Memahami Si Kecil

Sambil mengawasi dan menunggu si kecil meluapkan emosi, Ayah dan Bunda sebaiknya mencoba memahami apa penyebab si kecil tantrum.

Umumnya, balita usia 2-3 tahun tantrum karena:

  • bosan,
  • gangguan pencernaan,
  • lapar,
  • stimulasi berlebihan,
  • kegerahan,
  • BAK atau BAB,
  • merasa tidak diperhatikan, 
  • tidak nyaman,
  • tidak terpenuhi keinginannya, dan lain sebagainya.

5. Tunjukkan Empati Kepada Si Kecil

Saat sedang tantrum, Ayah dan Bunda harus menghindari membentak, memukul, atau mencubit si kecil dengan tujuan membuat ia takut dan diam.

Hal tersebut malah akan menjadi luka batin pada anak. 

Hal yang harus Ayah dan Bunda lakukan adalah menunjukkan empati kepada si kecil dengan memberi pelukan hangat atau mengusap lembut tangannya.

Iringi pelukan Ayah dan Bunda dengan kata-kata yang menenangkan hati dan mengkonfirmasi perasaan si kecil seperti:

  • Oh kakak lapar rupanya, maafkan Bunda ya telat membuatkan susu. 
  • Kakak sedih ya mainannya rusak? Kita tunggu Ayah pulang kerja ya supaya nanti diperbaiki. 
  • Kakak marah ya Bunda ajak gosok gigi? Kakak ingat tidak kemarin menangis karena sakit sekali giginya? Sekarang gosok gigi dulu ya supaya giginya tidak sakit lagi.
  • Kakak kesal ya Ayah tidak membelikan mainan? Tadi kan sudah janji kalau ke toko cuma mau beli kue. Beli mainannya besok 7 hari lagi ya.

Saat melakukan ini, jangan lupa untuk membuat mata Anda selevel dengan mata si kecil ya. 

Berbicaralah sambil menatap mata anak dengan lembut.

Baca Juga :  Mau Foto Ala-Ala di Korea? Yuk, Mampir ke Chingu Cafe, ‘Little Korea-nya’ Jogja!

Baca juga: Cara Mengatasi Pilek pada Bayi dengan Tepat

cara mengatasi tantrum
Ilustrasi Anak Perempuan Sedang Tantrum. (freepik/user18526052)

Kurang lebih begitulah cara mengatasi tantrum pada balita usia 2-3 tahun. 

Jika lebih dari usia tersebut si kecil masih sering menunjukkan perilaku tantrum, Ayah dan Bunda perlu memberi perhatian lebih. 

Perhatikan pattern-nya, apakah tantrum tersebut terjadi memang karena keinginan anak belum bisa terkomunikasikan dengan baik atau tantrum manipulatif. 

Tantrum manipulatif merupakan strategi si kecil agar segala keinginannya terpenuhi, dan ini bukanlah fase perkembangan psikologis yang normal. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles