HomeLifestyleKenapa Perayaan Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau?

Kenapa Perayaan Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau?

Yogya.co, SLEMAN – Natal adalah hari raya umat Kristen yang memperingati kelahiran Yesus Kristus. Hari raya ini dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Natal adalah salah satu hari raya keagamaan yang paling populer di dunia, dan dirayakan oleh umat Kristen di berbagai belahan dunia.

Salah satu hal yang identik dengan perayaan Natal adalah warna merah dan hijau. Kedua warna ini sering digunakan dalam dekorasi Natal, seperti pohon Natal, karangan bunga, dan kartu Natal.

Namun, tahukah kamu bagaimana asal usul warna merah dan hijau menjadi warna yang identik dengan Natal? Penasaran kan? Yuk kita bahas!

Asal Usul Warna Merah dalam Natal

Ada beberapa teori tentang asal usul merah dalam warna Natal. Salah satu teori yang paling populer adalah bahwa warna merah melambangkan darah Yesus Kristus yang tertumpah saat disalib. Teori lain menyebutkan bahwa warna merah melambangkan cinta dan semangat.

Dalam agama Kristen, darah Yesus Kristus dianggap sebagai simbol penebusan dosa manusia. Oleh karena itu, warna merah sering digunakan dalam dekorasi Natal untuk mengingatkan umat Kristen akan pengorbanan Yesus Kristus.

Selain itu, warna merah juga sering dikaitkan dengan cinta dan semangat. Warna merah sering digunakan untuk mewakili cinta, gairah, dan energi. Oleh karena itu, warna merah juga sering digunakan dalam dekorasi Natal untuk menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat.

Asal Usul Warna Hijau dalam Natal

Ada juga beberapa teori tentang asal usul warna hijau dalam perayaan Natal. Salah satu teori yang paling populer adalah bahwa warna hijau melambangkan kehidupan kekal Yesus Kristus. Teori lain menyebutkan bahwa warna hijau melambangkan harapan dan kelahiran kembali.

Dalam agama Kristen, kehidupan kekal Yesus Kristus dianggap sebagai simbol harapan bagi umat manusia. Oleh karena itu, warna hijau sering digunakan dalam dekorasi Natal untuk mengingatkan umat Kristen akan janji kehidupan kekal yang diberikan oleh Yesus Kristus.

pohon natal

Hijau dalam warna natal juga sering dikaitkan dengan harapan dan kelahiran kembali. Warna hijau sering digunakan untuk mewakili pertumbuhan, kesegaran, dan optimisme. Oleh karena itu, warna hijau juga sering digunakan dalam dekorasi Natal untuk menciptakan suasana yang damai dan penuh harapan.

Baca Juga :  Sehatkah Menggoreng Makanan dengan Mentega atau Margarin?

Penggunaan warna hijau dalam dekorasi Natal juga melibatkan evolusi tradisi tertentu. Pada awalnya, pohon Natal dihiasi dengan buah-buahan dan kacang-kacangan, memberikan sentuhan warna alami yang mencirikan musim dingin.

Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menggunakan ornamen-ornamen hijau seperti ranting dan hiasan daun untuk menambahkan elemen hijau pada pohon Natal.

Pengaruh budaya dan industri hiburan, termasuk kartu ucapan Natal dan film-film Natal yang sering menampilkan hutan dan pemandangan musim dingin yang hijau, turut memperkuat citra hijau sebagai warna yang melambangkan kehidupan dan harapan dalam tradisi Natal.

Pengaruh Budaya Keltik

Selain itu, kedua warna ini juga menyimpan sejarah unik, lho. Warna merah dan hijau memiliki makna tersendiri dalam budaya Keltik, budaya yang berasal dari orang-orang Keltik, yang merupakan sekelompok suku yang tinggal di Eropa Barat dan Tengah selama berabad-abad.

Bagi orang-orang Keltik, warna merah melambangkan kehidupan dan kesuburan, sedangkan warna hijau melambangkan keabadian dan pertumbuhan.

Orang-orang Keltik percaya bahwa tanaman holly, yang memiliki daun hijau dan buah merah, memiliki kekuatan magis. Mereka sering menggunakan tanaman holly untuk menghias rumah mereka selama musim dingin.

Pengaruh budaya Keltik ini juga turut berperan dalam menjadikan warna merah dan hijau sebagai warna yang identik dengan Natal.

Popularitas Kartu Natal

Pada abad ke-19, kartu Natal mulai menjadi populer di Inggris. Kartu Natal pada masa itu biasanya berwarna merah dan hijau.

Popularitas kartu Natal berwarna merah dan hijau ini semakin meningkat pada abad ke-20. Hal ini turut berperan dalam menjadikan warna merah dan hijau sebagai warna yang identik dengan Natal.

Pohon Natal sebagai Ikon Perayaan Natal

Seperti yang kita tahu, pohon Natal adalah ikon dari perayaan Natal itu sendiri. Benda ini akan selalu ada di setiap rumah yang merayakan Natal.

Baca Juga :  3 Merek Skincare Terbaik di Indonesia Ini Andalan Masyarakat!

Nah, pohon Natal telah menjadi pusat perhatian dalam perayaan Natal selama berabad-abad. Tradisi penggunaan pohon sebagai simbol kehidupan bermula dari kebiasaan bangsa Germanic pada Abad Pertengahan.

Mereka meyakini bahwa pohon cemara melambangkan keabadian karena daunnya tetap hijau sepanjang tahun, bahkan di musim dingin yang dingin.

Pada abad ke-16, ketika kebiasaan menata pohon Natal mulai populer di Eropa, orang-orang mulai menghiasnya dengan berbagai macam ornamen, termasuk pita dan kertas berwarna merah. Warna merah digunakan untuk menciptakan kontras dan menambah keceriaan pada pohon.

pohon natal

Bunga Poinsettia dalam Perayaan Natal

Selain pohon Natal, yang paling identik dengan perayaan ini adalah bunga poinsettia. Apa sih bungan poinsettia itu?

Jadi, Bunga poinsettia adalah tanaman hias yang terkenal dengan daun merah khasnya, dan juga dikenal sebagai bunga Natal. Tanaman ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dan namanya diambil dari seorang diplomat Amerika Serikat bernama Joel Poinsett, yang memperkenalkan tanaman ini ke Amerika Serikat pada awal abad ke-19.

Bunga ini dikenal sebagai “Flor de Nochebuena,” yang berarti “Bunga Malam Natal.” Konon, bunga poinsettia bermekaran saat mendekati waktu Natal, dan warna merahnya dianggap melambangkan darah Yesus.

Pengenalan bunga poinsettia ke Amerika Serikat oleh Joel Poinsett pada abad ke-19 turut memperkuat penggunaan warna merah dalam konteks Natal. Bunga ini menjadi populer sebagai tanaman hias Natal dan memberikan nuansa merah yang kaya pada dekorasi.

Bunga Poinsettia

Melalui penggunaan simbol-simbol ini, perayaan Natal menjadi lebih dari sekadar peristiwa sejarah. Ia menjadi kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai spiritual, solidaritas, dan kasih sayang.

Seiring waktu, evolusi tradisi dan penyebaran budaya telah memberikan nuansa yang semakin kaya pada dekorasi Natal, menciptakan warisan warna merah dan hijau yang tetap berakar dalam hati umat Kristen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles