HomeNews InternasionalAsean154 Orang Tewas dalam Tragedi Itaewon, Begini 9 Fakta Kronologinya

154 Orang Tewas dalam Tragedi Itaewon, Begini 9 Fakta Kronologinya

Yogya,co, SLEMANMalam penuh kegembiraan yang seharusnya menghiasi kawasan hiburan pouler di Seoul, Itaewon, justru menjadi tragedi kelam dalam sekejap. Pasalnya, perayaan Halloween itu justru menjadi tragedi Itaewon yang merenggut ratusan nyawa manusia, Sabtu (29/10/2022) malam.

Lantas, bagaimana kronologi kejadian yang menyita nyawa manusia tersebut hingga menyuguhkan duka bagi warga Korea Selatan, bahkan dunia? Berikut ini adalah sejumlah fakta mengenai tragedi Itaewon dalam pesta perayaan Halloween tersebut.

1. Itaewon adalah Pusat Kehidupan Malam di Seoul

Itaewon sendiri merupakan pusat kehidupan malam di Seoul, Korea Selatan. Di distrik tersebut terdapat sederetan toko modern dengan berbagai ornamen lampu di gang-gang sempitnya. Hal itu menjadi daya tawar tersendiri sebagai pusat rekreasi di ibu kota Korea Selatan.

Dilansir dari detik.com, Itaewon-ro memiliki bentuk seperti urat nadi, yang setiap ruasnya akan terhubung ke jalanan besar. Sebenarnya, ruas jalan ini cukup sempit, yakni hanya sekitar empat meter. Lantaran memang menjadi pusat rekreasi Seoul, maka pesta Halloween itu dilaksanakan di tempat ini.

2. Lebih Dari 100 Petugas Dikerahkan

Distrik Itaewon menggelar acara Halloween perdana tanpa masker usai beberapa tahun terhalang Pandemi COVID-19. Dengan ekspektasi lebih dari 100.000 pengunjung, Itaewon pun mengirimkan lebih dari 200 petugas dalam kurun waktu 28-31 Oktober 2022.

Meski begitu, petugas tersebut mulanya diarahkan untuk mencegah kejahatan, seperti halnya pembuatan film ilegal dan pelecehan. Sejumlah petugas kepolisian pun dikerahkan dengan tujuan awal untuk mencegah kejahatan narkotika.

Nahasnya, pada Sabtu malam, di salah satu gang sempit sebelah landmark Hotel Hamilton, pengunjung Itaewon justru berdesakan hingga mulai berjatuhan.

3. Pengunjung Telah Padat Sebelum Kekacauan Terjadi pada Tragedi Itaewon

Menurut keterangan saksi mata, sebelum akhirnya kekacauan terjadi, para pengunjung pesta Halloween di Itaewon sudah terlihat memadati jalan-jalan sempit. Situasi ini digambarkan 10 kali lebih ramai dari biasanya.

Akibat kerumunan yang tak biasa itu, pergerakan pun sangat sulit didapatkan oleh para pengunjung. Sebagian orang sudah menunjukkan tidak dapat bergerak, akan tetapi polisi dan petugas darurat masih mencoba untuk menarik mereka keluar.

Baca Juga :  WHO Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Keadaan Darurat Kesehatan Global

“Saya melihat orang-orang pergi ke sisi kiri dan saya melihat orang itu menuju ke sisi yang berlawanan. Jadi, orang yang di tengah macet. Jadi, tidak bisa berkomunikasi, tidak bisa bernapas,” ujar seorang saksi mata, Sung Sehyun, dikutip dari CNN (31/10/2022).

4. Situasi Tak Terkendali Ketika Kerumunan Semakin Padat

Situasi padat tersebut semakin tak terkendali ketika pengunjung semakin meningkat dan berebut untuk melalui gang sempit tersebut. Apalagi kondisi ruas jalan yang hanya empat meter tersebut memiliki posisi yang sedikit miring (menanjak).

Ditambah lagi, tak sedikit pengunjung yang kemudian terperangkap di antara kerumunan yang keluar dari hotel serta pintu keluar 1 dan 2 stasiun kereta bawah tanah Itaewon.

Oleh karena itu, pengunjung yang berdesakan itu tidak dapat bergerak sedikit pun. Bahkan, dalam video yang beredar, tubuh mereka berhimpitan dengan tubuh yang lain tanpa sedikitpun jarak.

5. Pengunjung Berjatuhan Karena Lemas

Akibat dari kerumunan yang macet itu, para pengunjung tidak bisa bernapas lantaran terhimpit satu sama lain. Bermula dari beberapa orang yang menunjukkan tanda-tanda mati lemas hingga serangan jantung, kemudian korban pun mulai banyak berjatuhan.

Saksi mata yang berada di lokasi pun bercerita untuk bisa berebut keluar dari kerumunan yang menyesakkan itu. Paramedis yang melakukan evakuasi mengaku kewalahan hingga meminta bantuan pada orang-orang untuk memberikan pertolongan pertama pada para korban yang belum tertangani.

“Ada begitu banyak orang yang didorong dan saya terjebak di antara kerumunan dan saya tidak bisa keluar pada awalnya juga,” ujar Jeon Ga-eul, dikutip dari AFP, Senin (31/10/2022).

Baca Juga: Resmi Beli Twitter, Begini 4 Fakta Ellon Musk Sebagai Pemilik Resmi Twitter

6. Pemadam Kebakaran Dikerahkan Setelah Situasi Semakin Buruk

Di tengah situasi yang semakin buruk tersebut, Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan pun turut dikerahkan usai mendapatkan serentetan panggilan, setidaknya 81 panggilan yang melaporkan kesulitan bernapas.

Petugas Pemadam kebakaran pun berduyun-duyun memadati gang sempit yang telah penuh sesak tersebut. Ketika salah satu orang yang berada di atas jalan miring tersebut jatuh, orang-orang di bawah mereka pun ikut jatuh dan mengenai orang lain.

Baca Juga :  Eks Menpora Malaysia, Syed Saddiq Jadi Politisi Pertama yang Dihukum Cambuk atas Korupsi

Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Sung-beom, menjelaskan bahwa korban yang berjatuhan didominasi oleh wanita berusia 20 tahunan. Choi pun menuturkan, seluruh korban tewas kemungkinan besar akibat insiden di gang sempit tersebut.

7. 2 WNI Jadi Korban Luka Tragedi Itaewon

Mengenai kabar tersebut, Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menegaskan bahwa terdapat dua orang warga negara Indonesia yang menjadi korban luka ringan dalam tragedi Itaewon di malam Halloween.

“Sejauh ini, terdapat 2 WNI luka ringan akibat insiden perayaan Halloween di Itaewon,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha pada wartawan, Minggu (30/10/2022).

8. Korban Tewas Tragedi Itaewon Bertambah Jadi 154 Orang

Korban tewas akibat tragedi Itaewon pada malam perayaan Halloween itu terus bertambah. Kini, dilaporkan bahwa korban tragedi tersebut dinyatakan menjadi 154 orang tewas, 26 di antaranya adalah warga asing, Minggu (30/10/2022).

Adapun korban asing tersebut berasal dari 14 negara. Pihak Seoul, Korea Selatan pun menegaskan akan mengerahkan berbagai upaya untuk membantu keluarga warga asing yang menjadi korban dalam tragedi Itaewon ini.

9. Nasib Itaewon Usai Tragedi Malam Halloween

Tragedi Halloween di Itaewon yang telah merenggut ratusan nyawa manusia itu menimbulkan luka yang mendalam bagi banyak masyarakat, khususnya warga Seoul. Tak sampai di situ, nasib Itaewon sendiri kini sudah tak menentu.

Pasalnya, tragedi Itaewon akhir pekan lalu membuat tempat yang dianggap sebagai simbol kehidupan anak muda dan turis asing ini pun dinilai menghambat kebangkitan daerah yang baru mulai berkembang usai dua tahun terhalang COVID-19.

Dilansir dari CNBC Indonesia, salah seorang pengelola sebuah pub di gang sebelah Hamilton itu, Lee Sang-Yoo, mengaatakan bahwa tragedi Itaewon itu menjadi pukulan yang sangat menghancurkan bagi mereka yang masih beradaptasi dengan perubahan usai pandemi.

Dinna
Dinna
Wanita yang berkecimpung di dunia kepenulisan sejak duduk di bangku kuliah. Tak hanya di dunia jurnalistik, gadis kelahiran Gresik ini juga terjun di dunia Copy Writing dan SEO Content Writing hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles