HomeNews NasionalImbas Rusia-Ukraina, Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi

Imbas Rusia-Ukraina, Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi

Yogya.co, SLEMANImbas naiknya harga minyak dunia yang naik karena dipicu peningkatan kekhawatiran pasar atas konflik Rusia-Ukraina membuat PT Pertamina (persero) kembali menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM non subsidi.

Harga BBM non subsidi yang naik ini pun telah sesuai dengan Peraturan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2020 dan disesuaikan dengan harga pasar minyak dunia yang selalu dipantau rutin setiap dua minggu.

“Penyesuaian mengikuti harga market global dan sesuai ketentuan KESDM, harga akan direview rutin setiap dua minggu. Meskipun operator lain sudah menyesuaikan harga terlebih dahulu, harga BBM Pertamina masih kompetitif,” ungkap Corporate Secretary PT Pertamina, Patra Niaga Irto Ginting, dikutip dari CNN Indonesia.

Ada tiga bahan bakar minyak yang mengalami kenaikan harga, yakni Pertamax Turbo, Pertamax Dexlite, dan Pertamax Dex.

Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Resmi Naik Lagi Hari Ini! Berikut Daftar Harganya!

Ketiga bahan bakar tersebut mengalami kenaikan harga dari Rp500 hingga Rp1.000.

Untuk itu, harga Pertamax Turbo di Jawa dan Bali yang semula Rp13.500 per liter mulai Maret ini menjadi Rp14.500 per liter.

Pertamax Dexlite yang semula Rp12.150 per liter kini menjadi Rp12.950 per liter dan Pertamax Dex yang sebelumnya seharga Rp13.200 per liter kini naik menjadi Rp13.700 per liter.

Sementara itu, harga minyak dunia belakangan ini memang tengah mengalami kenaikan. Hingga Jumat (04/03/2022) siang, harga minyak mentah Brent tembus hingga US$112,07 per barel.

Selanjutnya, harga minyak West Texas Intermediate atau WTI mencapai harga US$109,70 per barel.

Meskipun harga minyak dunia kini tengah naik, Pertamina memastikan pasokan BBM untuk nasional dapat terpenuhi.

Baca Juga :  Haji Perdana 2022, 5 Embarkasi akan Berangkat pada 4 Juni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles