HomeNews NasionalDianggap Jawa-sentris, Bagaimana Logo Halal di Berbagai Negara?

Dianggap Jawa-sentris, Bagaimana Logo Halal di Berbagai Negara?

Yogya.co, SLEMANLogo halal baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama baru-baru menimbulkan pro dan kontra.

Banyak netizen yang menilai bentuk tulisan bahasa Arab dalam desain logo tersebut condong ke arah Jawa-sentris.

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas juga turut memberikan komentarnya. Menurut Anwar Abbas label halal tersebut lebih condong mengedepankan nilai artistik serta kearifan lokal.

“Karena yang namanya budaya bangsa itu bukan hanya budaya Jawa sehingga kehadiran dari logo tersebut menurut saya menjadi terkesan tidak arif. Karena di situ tidak tercerminkan apa yang dimaksud dengan keindonesiaan yang kita junjung tinggi,” pendapat Anwar Abbas.

Akan tetapi, pendapat tersebut telah dibantah oleh Kepala Pusat Registrasi Sertifikasi Halal, BPJPH Kemenag, Mastuki.

LABEL HALAL BARU
Label halal yang terbaru (Kemenag).

Mastuki menjelaskan bahwa bentuk wayang yang berupa gunungan serta corak batik surjan merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sehingga menurutnya label halal baru ini telah menggambarkan kearifan nasional.

“Saya ingin jelaskan jadi pemilihan label halal menggunakan gunungan dan surjan tak benar bila Jawa-sentris. Argumen yang saya sampaikan baik wayang dan batik itu sudah menjadi warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO. Karenanya ini representasi Indonesia,” jelasnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Terkait dengan logo halal baru yang berlaku di Indonesia ini lantas bagaimana dengan desain logo halal di berbagai negara lainnya?

Berikut ini informasinya yang telah Yogya.co rangkum dari beberapa sumber.

Baca Juga: Label Halal Baru Disebut Mirip Gunungan Wayang, Ini Filosofinya

Logo Halal di Berbagai Negara

  • Korea Selatan

logo halal korea selatan
Logo halal Korea Selatan (Korea Halal Authority).

Melansir dari laman Korea Halal Authority, desain logo halal di Korea Selatan berupa tulisan halal dalam huruf Arab yang ada di tengah pola yin-yang yang berbentuk seperti bulan sabit.

Baca Juga :  Fakta-Fakta Julianto Eka Putra Motivator yang Jadi Terdakwa Pelecehan Seksual

Selain tulisan Arab, dalam logo tersebut juga terdapat tulisan dalam bahasa Inggris dan bahasa Korea sehingga logo tersebut dapat dipahami oleh orang-orang di seluruh dunia.

Desain ini pun telah beredar di enam puluh negara Islam di dunia.

  • Selandia Baru

logo halal selandia baru
Logo halal Selandia Baru (NZIDT).

Selanjutnya, logo halal di Selandia Baru juga menggunakan huruf Arab yang berada di tengah dengan latar bentuk peta Selandia Baru.

Logo yang dikeluarkan oleh New Zealand Islamic Development Trust (NZIDT) ini pun menggunakan kombinasi tiga warna, yakni hijau, putih, dan hitam.

  • Brunei Darussalam

logo halal brunei darussalam
Logo halal Brunei Darussalam.

Sementara itu, corak logo halal yang berlaku di Brunei Darussalam hampir mirip dengan logo halal baru yang berlaku di Indonesia.

Logo halal di Brunei Darussalam yang dikeluarkan oleh Kementerian Hal Ehwal Ugama (Lama) juga menggunakan warna ungu.

Akan tetapi, warna ungu tersebut digunakan untuk bentuk kubah masjid yang menjadi latar. Brunei Darussalam pun menggunakan tulisan halal dalam huruf Arab serta latin.

Kombinasi warna yang digunakan, yakni biru, ungu, dan putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles