HomeNews NasionalSatwa di Ukraina Terdampak Perang, Stress hingga Bunuh Diri

Satwa di Ukraina Terdampak Perang, Stress hingga Bunuh Diri

Yogya.co, UKRAINA – Invasi Rusia ke Ukraina tidak hanya melukai warga negara tersebut, namun juga membuat ribuan satwa hidup terancam keselamatan hidupnya. 

Dilaporkan oleh portal CNN Indonesia, satwa di seluruh penjuru Ukraina kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. 

Mereka menderita karena pengeboman, suhu dingin serta kelaparan sehingga mengalami stress berat dan membunuh dirinya sendiri. 

Beberapa hewan peliharaan ditinggalkan oleh pemiliknya di flat atau dibiarkan berkeliaran di jalan-jalan.

Sedangkan, satwa yang berada di kebun binatang milik swasta maupun pemerintah mengalami stress berat karena sejumlah area sudah menjadi medan perang, bahkan dikuasai Rusia. 

Padahal di antara para satwa tersebut, ada sejumlah satwa yang masuk ke dalam daftar merah internasional alias sudah terancam punah.  

Dikutip dari laman BBC, Natalya Popova yang mengelola tempat penampungan satwa liar di kota Kyiv menyampaikan bahwa banyak hewan yang meronta-ronta di dalam kandang hingga melukai diri sendiri.  

“Seekor singa betina melukai cakarnya, sehingga tidak bisa berdiri. Seekor kijang muda menabrakkan dirinya ke dinding dan mati, setelah sebelumnya memutar lehernya,” ujarnya.

Selanjutnya disadur dari situs Suara, kepala Feldman Ecopark, Vitaly Ilchenko, melaporkan bahwa ada tiga orang stafnya yang terbunuh saat berusaha memberi makan hewan-hewan yang berada dalam kondisi sangat tidak stabil. 

Untuk menghindari kondisi yang semakin pelik, beberapa satwa di Ukraina yang diperkirakan dapat bertahan hidup di habitat bebas akhirnya dilepaskan. 

Satwa yang dilepaskan antara lain rusa, elk, serigala merah, dan beberapa jenis burung. 

Sedangkan satwa yang diperkirakan tidak dapat bertahan hidup ketika dilepaskan sedang berada dalam upaya evakuasi ke luar negeri.

satwa di ukraina
Singa yang akan dipindahkan ke kebun binatang Polandia (okezone.com).

Namun dikabarkan oleh Katrina Detiuk, wakil direktur kebun binatang kota Kharkiv, mereka sudah sangat kekurangan pasokan makan untuk satwanya. 

Baca Juga :  Perkembangan Kasus Brigadir J: Autopsi Ulang dan Temuan Komnas HAM

“Monyet kami membutuhkan buah dan sayuran, predator kami membutuhkan daging, dan sebagainya,” kata Detiuk kepada BBC

“Kami melakukan hal yang mustahil untuk menjaga mereka tetap hidup. Lolongan serigala kami terdengar lebih buruk daripada sirine serangan udara dan itu sangat menyakitkan hati,” lanjutnya. 

Kemudian di Ukraina Selatan, kebun binatang Mykolaiv sudah digempur tembakan artileri Rusia secara beruntun. 

Roket pertama mendarat dan meledak di kebun binatang tertua yang telah berusia 120 tahun ini pada 27 Februari 2022 dan memporak-porandakan jalan setapak antara kandang harimau dan beruang kutub. 

Kembali dilansir dari BBC, Direktur Volodymyr Topchiy mengatakan bahwa beberapa waktu kemudian ada tiga roket Rusia yang belum meledak tergeletak di salah satu lapangan berumput di kebun binatang. Pecahan roket juga berserakan di sekitar area tersebut.

“Ini adalah keajaiban, tidak ada orang atau hewan yang terbunuh,” katanya.

satwa di ukraina
Rudal yang jatuh di kebun binatang Mykolaiv. (bbc.com)

Sejauh ini, lebih dari 20 ekor predator besar sudah dievakuasi ke Polandia. 

Kemudian, seekor singa jantan bernama Simba dan seekor serigala bernama Akyla dikabarkan telah berhasil dievakuasi ke Rumania.

Yang melakukan upaya evakuasi kedua satwa ini adalah seorang pria veteran berkebangsaan Inggris bernama Tim Locks bersama dengan rekan-rekannya. 

Proses evakuasi menggunakan sebuah van dan memakan waktu selama 4 hari. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles