HomeNews NasionalUsai Bikin Murka, Bule Telanjang di Pohon Keramat Bali Akhirnya Minta Maaf

Usai Bikin Murka, Bule Telanjang di Pohon Keramat Bali Akhirnya Minta Maaf

Yogya.co, BALI – Viral di media sosial aksi tak terpuji di sebuah pohon keramat di Bali yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) atau bule yang diduga berasal dari Rusia.

Bule bernama Alina tersebut diketahui nekat berfoto dengan kondisi telanjang alias tanpa satu helai kain di pohon yang berusia ratusan tahun dan disakralkan oleh masyarakat setempat.

Aksi tak senonoh Alina tersebut sontak membuat masyarakat murka. Banyak netizen yang melontarkan berbagai komentar kekesalannya dan meminta agar Alina dapat segera dideportasi.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Pornografi Siskaeee Resmi Divonis 10 Bulan Penjara

Gegernya kasus ini pun juga menarik perhatian salah satu tokoh di Bali, Niluh Djelantik. Niluh Djelantik melalui unggahan di Instagram pribadinya, @niluhdjelantik menjelaskan bahwa pohon tersebut telah berusia ratusan tahun dan terletak di wilayah yang suci.

“Pohon Kayu Putih berusia ratusan tahun yang terletak di Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Desa Adat Bayan, Desa Tua, Tabanan adalah pohon yang berada di lingkungan Pura Babakan,” jelas Niluh dalam unggahannya.

Tak lama usai hebohnya kasus ini yang bersangkutan, yakni Alina pun meminta maaf atas aksi yang ia lakukan beberapa waktu yang lalu.

Permintaan maafnya tersebut ia sampaikan dalam unggahan Instagram, @alina_yogi. Ia mengaku menyesal dan malu atas hal yang telah terjadi.

Ia juga mengaku bahwa ia tidak memiliki maksud apapun. Aksi telanjangnya di pohon sakral tersebut ia lakukan dengan minimnya pengetahuan yang ia miliki terkait tempat tersebut.

“Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Bali dan Indonesia, saya menyesali perbuatan saya. Saya sangat malu, saya tidak bermaksud menyinggung Anda dengan cara apa pun, sama sekali tidak ada pengetahuan tentang tempat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Misteri Suara Gemuruh di Sukabumi, PVMBG Beri Penjelasan

Selain meminta maaf pada masyarakat, pada unggahan tersebut Alina juga tampak sedang berdoa di pohon tersebut ditemani dengan seorang pria bule dan seorang tokoh adat.

“Saya barusan berdoa di bawah pohon dan langsung pergi ke kantor polisi untuk menjelaskan kejadian Ini dan meminta maaf ??,” lanjutnya.

Menanggapi permintaan maaf dari Alina ini Niluh Djelantik mengungkapkan bahwa permintaan maaf tersebut telah diterima dan dimaafkan.

Akan tetapi, Niluh menegaskan bahwa proses dari pihak imigrasi dan kepolisian tetap akan berjalan serta sanksi tetap harus dilaksanakan oleh Alina.

“Terimakasih untuk pesanmu. Permintaan maafmu kami terima. Perihal video telanjangmu, proses dari pihak Imigrasi dan kepolisian jalan terus. Ada aturan dan sanksi yang harus kamu hormati. Baik mengenai pelanggaran yang kamu lakukan maupun juga status izin tinggalmu, apakah kamu menggunakan visa turis atau memiliki izin resmi dalam menjalankan usahamu. Upacara pembersihan Guru Piduka harus dilakukan oleh pihak desa, pertanggungjawabanmu kepada pihak prajuru desa dan masyarakat setempat. Tanggung semua biaya upacara tersebut dan ikuti prosesinya hingga selesai,” tegas Niluh.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Niluh Djelantik (@niluhdjelantik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles