HomeNews NasionalBerita TrendingEks Presiden ACT Menepis Gelapkan Dana Waris Korban Lion Air JT-610

Eks Presiden ACT Menepis Gelapkan Dana Waris Korban Lion Air JT-610

Yogya.co, SLEMANBareskrim Polri menemukan adanya dugaan penggelapan dana bantuan bagi para korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada tahun 2018 oleh yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

Mantan Presiden ACT yaitu Ahyudin menepis kabar tersebut. 

“Insya Allah, saya pastikan tak ada penyimpangan dana kerja sama ACT dengan Boeing,” ungkap Ahyudin kepada wartawan, Sabtu (9/7/2022). 

“Tenggat waktu kerjasama implementasi program kalau tidak salah masih sampai akhir Juli 2022, bahkan masih sangat mungkin bisa dinegosiasikan untuk perpanjangan waktu,” tambahnya. 

Ahyudin mengatakan hingga terakhir tugasnya di Aksi Tanggap Cepat (ACT) pada Januari 2022 lalu, realisasi program kerja sama dengan Boeing telah mencapai lebih dari 70 persen. 

Jadi kata dia tinggal sisanya sekitar 30 persen yang diperkirakan dapat selesai dalam kurun waktu 6 bulan di bawah kepemimpinan baru ACT saat ini. 

“Saya sejak 11 Januari 2022 saya sudah tak lagi di ACT. Jadi saya tak begitu tahu lagi bagaimana progress program ini. Mestinya waktu 6 bulan Januari sampai dengan Juli 2022 adalah waktu yang lebih dari cukup untuk tuntaskan implementasi program ini,” ucapnya. 

Ia menyebutkan kendala teknis implementasi program itu ialah faktor pandemi COVID-19 yang menyulitkan mobilitas tim implementasi. 

Ahyudin juga menegaskan bahwa ia tidak melakukan penyimpangan dana bantuan untuk korban kecelakaan Lion Air JT-610 pada tahun 2018 silam. 

“Sekali lagi saya yakinkan tak ada penyimpangan. ACT berpengalaman melakukan ribuan kemitraan program selama ini. Saya yakin sahabat saya semua yang memimpin ACT saat ini mampu mengatasinya dengan baik. Harus dipahami bahwa aset yang dimiliki ACT jauh kebih besar daripada sisa anggaran yang belum direalisasikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  KBRI Bern Rilis Update Perkembangan Pencarian Eril di Hari ke-13

Ahyudin juga berharap semua pihak tidak membesar-besarkan persoalan ACT yang dianggapnya tidak substantif. 

Ia juga mengingatkan bahwa ACT bukan hanya aset Indonesia tetapi juga aset dunia. 

“Ingat ACT sejatinya adalah aset bangsa kita bahkan aset dunia, yang dengan segala kekurangannya telah membuktikan manfaat yang sangat luas bagi masyarakat luas baik di Tanah Air maupun di kawasan internasional,” ucapnya.

“Melalui kiprah ACT insyaAllah bangsa ini bisa menjadi bangsa terbaik di dunia. Bangsa tangan di atas, membantu sesama manusia yang terpapar bencana alam dan kemanusiaan di seluruh dunia,” imbuhnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles