HomeNews NasionalUpdate Kondisi Banjir Bandang Ngawen Gunungkidul 2026

Update Kondisi Banjir Bandang Ngawen Gunungkidul 2026

YOGYA.CO – Telah terjadi banjir bandang di Ngawen yang berdampak pada permukiman warga di Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 ini memaksa puluhan warga mengungsi setelah arus deras membawa material lumpur, batu, dan kayu dari kawasan perbukitan ke area permukiman.

Berdasarkan laporan dari BPBD Gunungkidul, banjir terjadi pada sore hari setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut.

Curah hujan ekstrem menyebabkan tanah di lereng perbukitan menjadi jenuh air, sehingga memicu longsor dan aliran material yang kemudian bercampur dengan debit air tinggi hingga membentuk banjir bandang yang menerjang rumah warga.

Banjir bandang Ngawen ini berpusat di Padukuhan Jono, salah satu wilayah yang secara geografis berada di kawasan rawan longsor dan aliran permukaan. Air yang mengalir dari kawasan perbukitan dengan cepat masuk ke lingkungan permukiman, membawa lumpur tebal dan material berat yang merusak bangunan serta menutup akses jalan desa.

Dalam kejadian tersebut, sedikitnya 12 kepala keluarga terdampak langsung, dengan total sekitar 52 warga harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi warga Ngawen dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Gunungkidul, relawan, aparat TNI, Polri, serta pemerintah setempat.

Evakuasi dilakukan sebagai langkah tanggap darurat guna menghindari risiko banjir susulan dan longsor lanjutan yang masih berpotensi terjadi, mengingat kondisi tanah yang belum stabil.

Selain memaksa warga mengungsi, dampak banjir Gunungkidul 2026 juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan infrastruktur lingkungan. Lumpur dan material longsor masuk ke dalam rumah warga, merusak dinding, perabotan, serta fasilitas dasar lainnya.

Baca Juga :  Tak Memenuhi Syarat, 46 Calon Jemaah Haji Asal Indonesia Dipulangkan

Akses jalan desa sempat tertutup material banjir, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan logistik pada tahap awal penanganan. BPBD Gunungkidul bersama pemerintah daerah segera melakukan langkah tanggap darurat dengan membersihkan material lumpur, membuka akses jalan yang tertutup, serta mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, serta dukungan evakuasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau berada di zona rawan.

Menurut keterangan resmi BPBD, penyebab banjir bandang di Ngawen tidak terlepas dari faktor curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat secara signifikan, sementara kondisi geografis perbukitan mempercepat aliran air ke kawasan permukiman di bawahnya.

Kombinasi antara sungai kecil yang meluap, longsor lereng, serta drainase alami yang tidak mampu menampung debit air menjadi pemicu utama bencana ini. Selain dampak pada permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian warga.

Sejumlah lahan pertanian tertutup lumpur dan material banjir berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman serta kerugian ekonomi bagi masyarakat setempat. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya pemulihan pascabencana.

Saat ini, kondisi di lokasi terdampak masih dalam tahap pembersihan dan pemulihan. Warga bersama relawan dan aparat terus melakukan kerja bakti untuk membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa material banjir.

Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah mitigasi bencana jangka panjang, termasuk penguatan sistem pemantauan wilayah rawan longsor dan edukasi kesiapsiagaan masyarakat.

BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan perbukitan dan daerah rawan bencana, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim hujan.

Baca Juga :  Masa Jabatan Kepala Desa Diperpanjang Jadi 9 Tahun, Ini 5 Fakta Kontroversialnya

Langkah mitigasi bencana, kesiapsiagaan warga, serta pemantauan kondisi lingkungan menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana serupa di masa mendatang.

Peristiwa banjir bandang Ngawen Gunungkidul 2026 menjadi pengingat bahwa wilayah dengan karakteristik perbukitan pun tak lepas dari risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles