HomeEkonomiDi Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan III 2022 Terakselerasi

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan III 2022 Terakselerasi

Yogya.co, SLEMANPertumbuhan ekonomi DIY Triwulan III 2022 mengalami pertumbuhan pesat. Hal itu disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pernyataan tersebut dilihat dari data peningkatan pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III 2022 dibanding dengan triwulan I.

“Pemulihan ekonomi DIY triwulan III semakin kuat, berdasarkan rilis BPS DIY, perekonomian DIY mencatatkan pertumbuhan 5,82 persen, lebih tinggi dibanding triwulan I 2022 sebesar 5,28 persen,” ujar Kepala Perwakilan BI DIY, Budiharto Setyawan, dikutip dari Repjogja, Kamis (10/11/2022).

Penyebab Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan III 2022

Menurut Budiharto, percepatan kinerja ekonomi DIY tersebut ditopang oleh terkendalinya kasus COVID-19 pada triwulan III tahun ini. Pasalnya, menurunnya kasus COVID-19 itu mendorong adanya peningkatan mobilitas masyarakat di tengah permintaan domestik yang cukup tinggi.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, tak dapat dimungkiri, peningkatan aktivitas pariwisata merupakan sektor yang mampu mendorong penghasilan. Sebab, selama triwulan III ini, peningkatan konsumsi swasta, serta ekspor jasa terdongkrak akibat aktivitas pariwisata.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Resesi Global 2023, Website Menjadi Saluran Media Tepat Pertahankan Bisnis

“(Pertumbuhan ekonomi DIY) Didukung oleh mobilitas masyarakat dan peningkatan  aktivitas dunia usaha di tengah risiko ketidakpastian ekonomi global, serta peningkatan inflasi,” lanjutnya.

Di samping itu, pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III 2022 dari sisi permintaan juga didukung oleh membaiknya realisasi belanja pemerintah. Menurut catatan, konsumsi pemerintah di triwulan III tumbuh mencapai 2,91 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari jumlah sebelumnya, yakni -0,05 persen.

“Sedangkan, investasi masih tumbuh 4,58 persen di triwulan III, meskipun melambat dibandingkan sebelumnya 4,97 persen, terutama didukung oleh proyeksi strategis nasional maupun daerah,” ujar Budi menambahkan.

Baca Juga :  Masa Jabatan Kepala Desa Diperpanjang Jadi 9 Tahun, Ini 5 Fakta Kontroversialnya

Lebih lanjut, dari sisi Lapangan Usaha (LU) menunjukkan adanya keberlanjutan pemulihan ekonomi. Hal itu didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Sehingga, aktivitas kunjungan wisata menunjukkan peningkatan sejak triwulan I.

Aktivitas pariwisata tercermin dari pertumbuhan LU terkait kepariwisataan di atas 20 persaen. Sementara itu, LU jasa lainnya tumbuh hingga 28,26 persen, LU transportasi dan pergudangan tumbuh 24,96 persen, serta LU penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 20,22 persen.

Namun, hal itu tak berlaku bagi LU di bidang kesehatan. Dalam jasa kesehatan ini justru mengalami kontraksi sebesar 1,07 persen. Hal tersebut dikarenakan menurunnya realisasi pencairan insentif seiring menurunnya kasus COVID-19.

“Namun demikian, pertumbuhan yang lebih tinggi tertahan oleh kinerja LU jasa kesehatan yang mengalami kontraksi sebesar 1,07 persen, karena menurunnya realisasi pencairan insentif kesehatan seiring menurunnya kasus COVID-19 (di triwulan III),” ungkapnya.

Dinna
Wanita yang berkecimpung di dunia kepenulisan sejak duduk di bangku kuliah. Tak hanya di dunia jurnalistik, gadis kelahiran Gresik ini juga terjun di dunia Copy Writing dan SEO Content Writing hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Related Articles