Kasus Positif Melonjak, Syarat Penerbangan Februari 2022 Wajib PCR?

0
97
Syarat Penerbangan
Gambar: Pesawat Lion Air (voi.id)

Yogya.co, JAKARTA – Melonjaknya kasus baru virus Covid-19 yang diketahui berjenis Omicron baru-baru ini memang sangat tajam.

Pemerintah pun memberlakukan kembali PPKM hingga 7 Februari khusus di Jawa-Bali, sedangkan di luar Jawa-Bali diperpanjang hingga 14 Februari 2022.

Satgas Covid-19 telah mencatat kasus positif baru sebanyak 27.197 per Kamis, 3 Februari 2022, sehingga total keseluruhan kasus positif menjadi 4.414.483.

Imbas kenaikan varian baru Covid-19 tentu berpengaruh pada pengetatan aturan PPKM, termasuk syarat penerbangan udara.

Lalu, apakah mulai Februari 2022 syarat penerbangan mewajibkan PCR?

Syarat Penerbangan Selama Pandemi Covid-19

Seperti yang sudah tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2022, persyaratan perjalanan menggunakan pesawat diatur oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional.

Dalam mengatur syarat penerbangan menggunakan pesawat, pemerintah masih menggunakan aturan lama sebagai pedoman.

Sebagaimana dalam SE Nomor 10 Tahun 2021, berikut syarat penerbangan domestik yang wajib dipenuhi yaitu:

  1. Menerapkan protokol kesehatan (3M) memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
  2. Dilarang berbicara satu atau dua arah selama perjalanan
  3. Dilarang makan dan minum sepanjang perjalanan
  4. Menunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama
  5. Hasil negatif tes PCR sampel maksimal 2×24 jam atau hasil negatif tes Antigen dengan sampel maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali
  6. Hasil negatif tes PCR sampel maksimal 3×24 jam atau hasil negatif tes Antigen dengan sampel maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan dari dan ke daerah selain Bali
  7. Mengisi E-HAC Indonesia dan ditunjukkan kepada petugas kesehatan bandara tujuan.

Pengecualian Kewajiban untuk Vaksinasi

Ada beberapa pengecualian bagi penumpang untuk tidak memiliki kewajiban vaksinasi, antara lain:

  • Pelaku perjalanan yang masih berusia di bawah 12 tahun
  • Bagi yang memiliki kondisi kesehatan khusus, dengan syarat melampirkan surat bukti keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi
  • Bagi penerbangan Angkatan Udara Perintis
  • Bagi Penerbangan Angkatan Udara di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan tertular)

Baca Juga: Sanksi WADA Dicabut, Akhirnya Merah Putih Bisa Berkibar Lagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here