HomeNews NasionalTerima Estafet Keketuaan, Transformasi Digital Jadi Prioritas Agenda MIKTA 2023 di Indonesia

Terima Estafet Keketuaan, Transformasi Digital Jadi Prioritas Agenda MIKTA 2023 di Indonesia

Yogya.co, SLEMANTahun ini, Indonesia menerima estafet keketuaan MIKTA, yakni forum konsultatif antar-5 negara yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turkiye, dan Australia. Dalam kesempatan emas ini, transformasi digital menjadi prioritas Indonesia dalam agenda MIKTA 2023.

Dalam agenda Gala Dinner Pembukaan 4th MIKTA Policy Planning Consultation, Wakil Gubernur DIY KGPAA, Paku Alam X, membacakan sambutan Gubernur DIY.

Adapun substansi sambutan tersebut menyebutkan tiga prioritas keketuaan Indonesia di MIKTA 2023. Pertama, penguatan multilateralisme, di mana dalam hal ini, MIKTA harus menjadi garda terdepan demi keamanan, stabilitas, dan kemakmuran bersama.

Kedua, pemulihan yang inklusif. Hal itu ditandai dengan aksi nyata yang terkoordinasi. Ketiga, transformasi digital demi mewujudkan masa depan ekonomi MIKTA yang sejahtera.

“Sehubungan dengan hal tersebut, dalam konteks peran Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai locus kegiatan, merupakan sebuah kehormatan bagi kami, karena diberi kepercayaan untuk bertindak sebagai tuan rumah,” ungkap Sri Paduka, dikutip dari Jogjaprov.go.id, Senin (15/5/2023).

“Untuk secara tidak langsung turut berkontribusi, demi mewujudkan MIKTA sebagai bridge-builder sekaligus agenda setter di kancah global,” lanjutnya.

Lebih lanjut, di hadapan seluruh pimpinan dan Anggota Delegasi MIKTA dan MIKTA Indonesia Organizing Committee, Sri Paduka menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, telah berkomitmen untuk memastikan seluruh agenda dan kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

“Besar harapan kami bahwa kunjungan singkat saudara-saudara ke Yogyakarta ini, dapat meninggalkan kesan positif tentang Yogyakarta dan Indonesia,” ujar Sri Paduka.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri RI, Dr. Yayan Ganda Hayat Mulyana menjelaskan, beberapa topik yang dibahas pada agenda 4th MIKTA Policy Planning Consultation terkait erat dengan DIY.

Baca Juga :  Kerusuhan di Babarsari: Sultan Yogyakarta Siap Jadi Mediator

Pertama, membahas mengenai ekonomi kreatif untuk pembangunan berkalanjutan. Hal itu dilakukan untuk mendukung pemulihan ekonomi, termasuk cara meningkatkan akses ekonomi kreatif ke pasar global.

Kedua, membahas mengenai transformasi digital inklusif. Isu tersebut dinilai sangat relevan dengan upaya mewujudkan Yogyakarta sebagai smart city, diantaranya adalah melalui smart government, smart branding, smart economu, smart society, dan smart living.

“Kami berharap, diskusi yang dilakukan dan rekomendasi yang telah didapat, mampu memperkuat kerja sama di antara anggota MIKTA. Kemdudian, membawa dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar YAyan.

MIKTA sendiri dibentuk pada tahun 2013 melalui pertemuan para Menteri Luar Negeri dari kelima negara anggota di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-68 di New York, Amerika Serikat.

Adapun pembentukan MIKTA sendiri bertujuan untuk memperkuat kerja sama antar-negara anggota serta berkontribusi untuk menjawab berbagai permasalahan global.

Dinna
Dinna
Wanita yang berkecimpung di dunia kepenulisan sejak duduk di bangku kuliah. Tak hanya di dunia jurnalistik, gadis kelahiran Gresik ini juga terjun di dunia Copy Writing dan SEO Content Writing hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles