HomeNews YogyaMeluas, 15 Ternak dan 23 Warga di Gunungkidul Diduga Terinfeksi Antaraks

Meluas, 15 Ternak dan 23 Warga di Gunungkidul Diduga Terinfeksi Antaraks

Yogya.co, GUNUNGKIDUL – Kasus antaraks di Gunungkidul kini semakin meluas. Sebelumnya, diberitakan ada 10 ternak milik warga yang mati karena terpapar penyakit antaraks.

Akan tetapi, melansir dari laman Pemkab Gunungkidul, Selasa (01/02/2022), kasus ini semakin meluas. Tercatat kini ada 15 ternak warga yang mati positif terpapar penyakit ini.

Dari 15 ternak tersebut ada 11 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Belasan ternak warga yang mati tersebut berasal dari Kapanewon Ponjong, Desa Gombang dan Kapanewon Gedangsari, Desa Hargomulyo.

Selain menyerang ternak warga, penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis ini juga diduga menjangkit 23 warga di Desa Gombang dan Hargomulyo.

Puluhan warga yang diduga menderita penyakit tersebut pun diketahui mengalami gejala seperti tangan melepuh.

Bahkan, salah satu warga yang diduga terjangkit penyakit ini dilarikan ke RSUD Wonosari.

Penemuan kasus ini sebenarnya sudah diketahui pertama kali sejak akhir tahun lalu di Desa Gombang, tetapi kasus ini baru dilaporkan sehingga penyelidikan baru dilaksanakan pada tanggal 24 Januari lalu.

Selanjutnya, kasus yang kedua terjadi di Desa Hargomulyo pada 19 Januari dan baru dilaporkan pada tanggal 27 Januari.

Baca Juga: Lokasi Baru PKL Malioboro Telah Diresmikan, PKL Tidak Dipungut Biaya Setahun

Mengetahui ternaknya mati, para warga pun tidak langsung menguburkan bangkai ternak yang mati tersebut.

Diketahui para warga melakukan tradisi Brandu, yakni tradisi memberikan uang iuran ke pemilik ternak yang mati sebagai ganti rugi selanjutnya daging hewan ternak tersebut dibagi-bagikan ke pemberi iuran.

Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul juga telah mengirimkan sejumlah 23 sampel dari warga yang diduga terinfeksi antaraks ke Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) Bogor.

Baca Juga :  10 Oleh-Oleh Khas Yogyakarta Populer dan Legendaris

Pemerintah pun masih menunggu hasil pemeriksaan sampel tersebut.

Selain itu, pemerintah dibantu dengan petugas puskesmas setempat, warga, dan tokoh masyarakat juga melakukan pemantauan selama 120 hari, melakukan pengobatan di wilayah yang terinfeksi serta melakukan vaksinasi keliling untuk mencegah penyebaran penyakit yang menular dari hewan ternak ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Related Articles