Yogya.co, TURKI – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan dan istrinya Emine Erdoğan diumumkan telah terpapar virus Corona berjenis Omicron pada hari Sabtu, 5 Februari 2022.
Presiden Erdoğan sendiri sebenarnya telah mengumumkannya sendiri melalui akun media sosial Twitter pribadinya, “Hari ini, saya dan istri telah dites Covid-19 dan hasilnya positif dengan gejala ringan.
Untungnya, kami hanya mengalami sedikit gejala yang setelah dipelajari ternyata adalah varian Omicron.”

Presiden Erdoğan juga mengatakan bahwa akan tetap bertugas meski dari rumah, dan ia meminta doa atas kesembuhannya pada semua orang.
Pesan tersebut muncul setelah ia hadir secara virtual dalam acara peresmian sebuah terowongan di Provinsi Zonguldak.
Pertemuan yang rencananya dilakukan secara tatap muka itu ia batalkan dengan alasan cuaca buruk, dan ia memilih untuk hadir secara virtual.
Dalam pertemuan virtual tersebut, Erdoğan tidak menunjukkan tanda-tanda dan gejala sakit sama sekali.
Sebelumnya, pada hari Kamis (3/2/2022), ia telah mengunjungi Kyiv untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan menawarkan untuk menjadi tuan rumah pada pertemuan Presiden Ukraina dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Setelah terpapar, Presiden Erdoğan akan melakukan isolasi secara mandiri dan semua pekerjaannya akan dilakukan secara jarak jauh.
Erdoğan sendiri juga telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga pada bulan Juni, 2021.
Melansir dari The Guardian, Turki sejauh ini telah mencatatkan kasus positif Covid-19 sebanyak 12 juta, dan hampir 90 ribu kasus korban meninggal.
Korban positif harian di Turki kini juga meningkat tajam sebanyak lebih dari 100.000 kasus
Turki memberlakukan orang yang terpapar Covid-19 untuk melakukan isolasi selama tujuh hari, tetapi jika pada hari ke lima sudah dinyatakan negatif, mereka diperbolehkan untuk menyelesaikan isolasi tersebut.
Selain itu, penggunaan masker di Turki sebenarnya sudah sangat luas, tetapi tidak ada pembatasan yang dilakukan, sekolah dan kampus masih tetap dibuka.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 52.5 juta penduduk telah diberikan vaksin dosis kedua, dari total penduduk yang ada adalah 85 juta.
Lebih dari 25 juta penduduk juga telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga, sementara pemerintah terus mengimbau penduduk yang belum mendapatkan segera melakukan vaksinasi.
Baca Juga: Presiden Erdogan akan Ganti Nama Resmi Negara Turki Menjadi Türkiye


