Yogya.co, JAKARTA – Aktor cilik yang dikenal berkat kemampuan aktingnya sebagai tokoh Hendrick dalam film Danur 2 dan Danur 3, Matthew White atau Matth White meninggal dunia pada hari Minggu (23/01/2022).
Matthew dikabarkan meninggal dunia karena idap penyakit diabetes.
Kabar meninggalnya aktor yang berusia 12 tahun tersebut tentu mengejutkan banyak orang. Terlebih tak banyak orang yang tahu bahwa sang aktor telah mengidap sakit diabetes dalam waktu yang cukup lama dan di usianya yang masih kanak-kanak.
Diabetes pada Anak
Penyakit diabetes memang tak hanya menyerang manusia dewasa namun juga dapat menyerang anak dari usia 0 tahun hingga 18 tahun.
Penyakit diabetes sendiri dapat terjadi karena rusak atau berkurangnya sel-sel hormon insulin yang membantu sel-sel, jaringan serta organ dalam tubuh mengubah glukosa atau gula darah menjadi sumber energi.
Akibat adanya kerusakan atau berkurangnya sel hormon insulin ini maka terjadilah penumpukan glukosa dalam tubuh.
Tipe Diabetes pada Anak
Berdasarkan penyebabnya ada dua tipe diabetes yang biasanya menyerang anak-anak, yakni sebagai berikut.
1. Diabetes Tipe 1
Melansir dari Alo Dokter, tipe ini sering menyerang anak dan remaja.
Diabetes tipe 1 dapat terjadi karena adanya kelainan autoimun atau kerusakan pada sistem kekebalan tubuh yang membuat fungsi pankreas menjadi terganggu.
Terganggunya fungsi pankreas ini kemudian membuat produksi hormon insulin hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali sehingga gula darah meningkat dan lambat laun organ tubuh mengalami kerusakan.
Penyebab munculnya diabetes tipe 1 pada anak sendiri belum diketahui pasti, tetapi anak dengan kondisi berikut rentan sekali terkena penyakit ini.
- Memiliki riwayat genetik atau keturunan.
- Infeksi virus.
- Pola makan tidak sehat, contohnya, sering mengonsumsi makanan manis.
2. Diabetes Tipe 2
Sementara itu, diabetes tipe 2 pada anak umumnya terjadi akibat kondisi sel-sel tubuh yang tidak dapat merespon hormon insulin untuk mengubah kadar gula darah menjadi energi atau resistansi insulin.
Selain itu, berkurangnya produksi insulin juga dapat menjadi penyebab lainnya diabetes tipe dua ini.
Diabetes tipe ini kerap dialami oleh anak pada usia sepuluh tahun dengan beberapa faktor sebagai berikut.
- Riwayat keturunan.
- Obesitas.
- Kurang aktif bergerak.
- Sering mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak.
Ciri-ciri Diabetes pada Anak
Umumnya anak-anak yang menderita sakit diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2 memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini.
1. Nafsu Makan Meningkat
Berkurangnya hormon insulin yang berfungsi untuk mengubah kadar gula darah menjadi energi sering kali membuat anak merasa cepat lapar sehingga nafsu makan pun meningkat.
2. Lemah
Akan tetapi, meskipun nafsu makan meningkat, penderita diabetes biasanya tetap terlihat lemah atau lesu karena berkurangnya energi dalam tubuh akibat kerusakan pada sel-sel tubuh yang tidak dapat memanfaatkan hormon insulin.
3. Berat Badan Turun
Selain itu, berat badan turun meski nafsu makan meningkat. Hal ini karena melemahnya jaringan otot dan menyusutnya simpanan lemak akibat tidak adanya energi.
4. Sering Haus serta Buang Air Kecil
Anak juga biasanya menjadi sering buang air kecil karena banyaknya kadar gula darah yang terbuang melalui urine.
Akibat dari banyaknya cairan yang terbuang, anak juga akan sering merasa haus.
5. Gangguan Penglihatan
Anak juga dapat mengalami gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur karena saraf pada mata yang lambat laun membengkak.
6. Luka Sulit Sembuh
Saat terluka anak yang menderita diabetes biasanya akan mempunyai luka yang sulit untuk sembuh sehingga rentan terinfeksi.
7. Kulit Menghitam
Akibat resistansi insulin, warna kulit pada tubuh bagian tertentu biasanya juga akan menghitam, contohnya, pada bagian ketiak serta leher.
Ciri-ciri di atas tentunya juga harus didukung dengan pemeriksaan ke dokter untuk dapat mengetahui pasti bahwa anak Anda menderita diabetes atau tidak.
Oleh sebab itu, apabila Anda menemukan kejanggalan-kejanggalan pada kondisi anak sesuai ciri-ciri diabetes pada anak seperti yang telah dijelaskan, Anda pun dianjurkan untuk segera mengonsultasikannya pada dokter agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.


